MENGERJAKAN KESELAMATAN DENGAN TAKUT DAN GENTAR
Teks: Filipi 2:12
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar."
Pendahuluan
Banyak orang Kristen memahami bahwa keselamatan adalah anugerah Allah. Namun setelah diselamatkan, sering muncul pertanyaan: "Bagaimana seharusnya saya menjalani hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan?"
Rasul Paulus menulis kepada jemaat Filipi agar mereka tidak hanya percaya kepada Kristus, tetapi juga mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar. Ini bukan berarti kita memperoleh keselamatan melalui usaha, tetapi menunjukkan keselamatan itu melalui kehidupan yang taat kepada Tuhan.
Proposisi
Orang yang telah menerima keselamatan harus menunjukkan keselamatannya melalui kehidupan yang taat, sungguh-sungguh, dan bertanggung jawab di hadapan Tuhan.
Pertanyaan
Bagaimana cara mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar?
Diskusi
Dari Filipi 2:12, kita menemukan tiga prinsip penting.
Poin 1: Taat Kepada Tuhan Dalam Segala Keadaan
Paulus memuji jemaat Filipi karena mereka tetap taat, bukan hanya saat ia hadir, tetapi juga ketika ia tidak bersama mereka.
Ketaatan sejati tidak bergantung pada pengawasan manusia. Orang yang sungguh mengasihi Tuhan akan tetap hidup benar sekalipun tidak ada yang melihat.
1. Ketaatan tidak bergantung pada keadaan yang menyenangkan
Banyak orang mudah taat ketika semuanya berjalan baik. Namun ketaatan sejati terlihat saat menghadapi kesulitan, tekanan, atau ketidakpastian. Orang percaya dipanggil untuk tetap setia kepada Tuhan baik dalam kelimpahan maupun kekurangan.
Pelajaran: Jangan jadikan keadaan sebagai penentu ketaatan, tetapi jadikan kehendak Tuhan sebagai prioritas utama.
2. Ketaatan adalah bukti kasih kepada Tuhan
Tuhan tidak hanya menghendaki pengakuan dengan mulut, tetapi juga tindakan yang menunjukkan kasih dan kesetiaan kepada-Nya. Ketika kita tetap melakukan firman Tuhan, kita sedang menunjukkan bahwa kita mengasihi-Nya.
Pelajaran: Kasih kepada Tuhan terlihat melalui kehidupan yang taat, bukan hanya melalui perkataan atau ibadah.
3. Ketaatan selalu menghasilkan berkat rohani
Hasil ketaatan tidak selalu langsung berupa keberhasilan materi atau kemudahan hidup. Namun Tuhan memberikan damai sejahtera, pertumbuhan iman, dan penyertaan-Nya kepada mereka yang tetap setia berjalan dalam kehendak-Nya.
Pelajaran: Percayalah bahwa setiap ketaatan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia karena Tuhan menghargai dan memberkati orang yang setia kepada-Nya.
Ilustrasi
Seorang siswa mengikuti ujian. Ketika guru keluar dari ruangan, beberapa teman mulai mencontek. Namun siswa yang jujur tetap mengerjakan sendiri karena integritasnya tidak bergantung pada kehadiran guru.
Demikian juga orang percaya tetap hidup benar karena sadar Tuhan selalu melihat.
Poin 2: Jalani Keselamatan Dengan Kesungguhan
"Mengerjakan keselamatan" berarti mengembangkan kehidupan rohani yang telah Tuhan berikan.
Kita perlu bertumbuh dalam doa, pembacaan firman, pelayanan, dan kekudusan. Keselamatan bukan sekadar status, tetapi harus terlihat dalam perubahan hidup setiap hari.
1. Keselamatan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari
Keselamatan bukan hanya pengalaman saat menerima Kristus, tetapi juga proses hidup yang terus bertumbuh dalam kekudusan dan ketaatan. Orang percaya dipanggil untuk menunjukkan perubahan hidup yang nyata.
Pelajaran: Iman yang sejati akan terlihat melalui karakter, perkataan, dan perbuatan yang semakin menyerupai Kristus.
2. Kesungguhan rohani menuntut disiplin
Pertumbuhan rohani tidak terjadi secara otomatis. Dibutuhkan kesungguhan untuk berdoa, membaca Firman Tuhan, beribadah, dan melayani. Seperti seorang atlet berlatih dengan tekun, demikian juga orang percaya perlu melatih kehidupan rohaninya. (Ilustrasi : seorang penjahat tidak sengaja masuk ke sebuah kapal di sebuah pelabuhan, karena menghindari pengejaran polisi. Seluruh kapal ternyata isinya orang Kristen, bernyanyi, membaca firman Tuhan, kegiatan rohani. Karena tidak terbiasa, penjahat tidak tahan, dan akhirnya menyerahkan diri kepada polisi.)
3. Tetap setia sampai akhir
Menjalani keselamatan dengan kesungguhan berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi pencobaan, kesulitan, atau godaan dunia. Tuhan menghendaki umat-Nya tetap teguh dan setia sampai akhir perjalanan hidup.
Pelajaran: Kesetiaan yang terus dipelihara akan membawa kita menikmati upah dan sukacita yang Tuhan sediakan.
Ilustrasi Singkat:
Seorang pelari maraton tidak hanya bersemangat saat garis start, tetapi terus berjuang hingga mencapai garis finis. Demikian juga orang percaya tidak cukup hanya memulai kehidupan bersama Kristus, tetapi harus tetap tekun dan setia sampai akhir.
Poin 3: Hidup Dengan Takut dan Gentar Akan Tuhan
Takut dan gentar bukan berarti takut dihukum terus-menerus, melainkan sikap hormat yang mendalam kepada Tuhan.
Kita menyadari bahwa Allah itu kudus, sehingga kita tidak bermain-main dengan dosa dan tidak menganggap remeh kehendak-Nya.
1. Takut dan gentar berarti menghormati serta menghargai kekudusan Tuhan
Orang percaya tidak hidup sembarangan karena menyadari bahwa Tuhan itu kudus dan melihat segala sesuatu yang dilakukan.
Pelajaran:
Takut akan Tuhan membuat kita menjauhi dosa.
Takut akan Tuhan menolong kita hidup dalam ketaatan.
Takut akan Tuhan membuat kita berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan.
2. Takut dan gentar membuat kita bergantung kepada Tuhan, bukan kepada diri sendiri
Keselamatan dan kehidupan rohani tidak dapat dijalani dengan kekuatan manusia semata. Kita membutuhkan pertolongan Tuhan setiap hari.
Pelajaran:
Menyadari kelemahan diri membuat kita rendah hati.
Mendorong kita untuk rajin berdoa dan mencari Tuhan.
Membuat kita mengandalkan kasih karunia Tuhan dalam setiap pergumulan.
Ilustrasi:
Seperti seorang anak kecil yang menggenggam tangan ayahnya saat menyeberang jalan yang ramai, orang percaya harus terus bergantung kepada Tuhan dalam perjalanan hidupnya.
3. Takut dan gentar mendorong kita hidup setia sampai akhir
Kesadaran akan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan membuat kita tetap setia meskipun menghadapi kesulitan dan pencobaan.
Pelajaran:
Tetap setia ketika tidak ada yang melihat.
Tetap mengikut Kristus meskipun menghadapi tantangan.
Tetap bertekun sampai garis akhir iman.
Ilustrasi
Seorang pegawai yang sangat menghormati pemilik perusahaan akan bekerja dengan sungguh-sungguh, bukan karena takut dimarahi, tetapi karena menghargai kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Begitu juga orang percaya hidup hati-hati karena menghormati Tuhan yang telah menyelamatkannya.
Kesimpulan
Filipi 2:12 mengajarkan bahwa keselamatan yang telah kita terima harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Mari kita:
1. Taat kepada Tuhan dalam segala keadaan.
2. Menjalani kehidupan rohani dengan kesungguhan.
3. Hidup dengan hormat dan takut akan Tuhan.
Keselamatan adalah anugerah, tetapi kehidupan yang telah diselamatkan harus memancarkan ketaatan kepada Kristus. Biarlah dunia melihat karya keselamatan Tuhan melalui hidup kita setiap hari.
Amin.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 07 Juni 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Pemimpin Yang Memiliki Integritas
PEMIMPIN YANG MEMILIKI INTEGRITAS
Tanggal : 04 Febuari 2024
Nats : 2 Timotius 2:1-26
Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
Tujuan : Mengajar jemaat tentang prinsip-prinsip tentang pemimpin yang memiliki integritas sesuai dengan Alkitab
1. Integritas adalah salah satu bentuk kualitas terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Orang yang memiliki integritas berarti memiliki kepribadian yang jujur dan kuat. Integritas sendiri berasal dari bahasa latin “integrate” yang artinya seperti berikut ini:
Integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran[2]
Integritas merupakan gambaran diri kita dalam suatu organisasi yang terlihat dari perilaku dan tindakan sehari-hari[3]
Seseorang yang benar memiliki sebuah intergitas adalah mereka yang dapat diberi kepercayaan lebih. Hal ini didasarkan pada kesesuaian antara perilaku dan ucapannya. Integritas mencerminkan seseorang dengan suatu ciri yang transparan, bertanggungjawab, dan objektif.
2. Kepada Timotius, pemimpin/penginjil yang masih muda itu, Rasul Paulus menulis: “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain” (2 Timotius 2:2).
Dalam 2 Timotius 2 terdapat prinsip-prinsip tentang pemimpin yang berintegritas, yaitu:
Pertama, Pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang “dapat dipercayai” dan "cakap mengajar."
A. Dengan kata lain, pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang memperoleh kepercayaan. Kalau tidak demikian maka tidak akan ada orang yang mau menjadi pengikut. John C. Maxwell dan Yakob Tomatala, dalam tulisan masing-masing, mengatakan bahwa pemimpin adalah seseorang yang punya pengikut.
B. Kembali pada motif pemimpin itu sendiri, menurut Paulus ada beragam motif seseorang memberitakan Injil Kristus, iri dengki ingin menjatuhkan Paulus, urusan perut dan motif tersembunyi lainnya.
C. Agar dapat dipercaya, perlu menjaga kesesuaian ucapan dan tindakan kita. Jangan sampai ucapan kita tidak bisa dipegang, hari ini A besok B, besoknya lagi C. Atau berbeda ucapan kepada tiap orang.
D. Tadi sudah disinggung mengenai orang berintegritas adalah orang yang jujur. Hal ini mengingatkan tentang seorang raja yang memiliki putri cantik, dan mengadakan sayembara untuk mempersunting putrinya. Bagaimana caranya, raja memberikan benih biji-bijian kepada peserta. Silahkan tanam, sebulan lagi datang dan bawa hasilnya. Pemuda desa datang dengan ketakutan, biji tanaman yg tidak bisa tumbuh. Dialah pemenangnya, karena semua biji telah direbus, dan pasti tidak bisa tumbuh.
E. Dalam hubungannya cakap mengajar, maka harus mampu mengajar. Maka dia harus rajin belajar firman Tuhan. Tidak mesti bergelar akademik Sarjana, doktor atau profesor. Mampu mengajar artinya dapat mampu mengemas pesan ajaran sehingga dapat dimengerti. Mengajar paling efektif adalah dengan teladan/ contoh. Yesus mencontohkan teladan tersebut ketika membasuh kaki murid²Nya. Menjadi pemimpin artinya siap melayani dan bukan dilayani.
Kedua, pemimpin yang hidup dalam kekudusan.
A. Dalam 2 Timotius 2:21 dikatakan, bahwa “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” Menurut Paulus bahwa seseorang yang dapat dipercayai adalah seseorang yang telah dikuduskan. Ibarat perabotan rumah, kita pasti senang perabot yang bersih. Namun bila perabot kotor rusak dan bau, kita jijik menggunakannya.
B. Dan dalam konteks kepemimpinan dapat dikatakan bahwa pemimpin yang dapat dipercayai adalah pemimpin yang telah dikuduskan atau pemimpin yang hidup dalam kekudusan.
C. Hidup Kudus tidak seperti beberapa anggapan harus bertapa di suatu tempat, atau makan Senin Kamis, serba putih dsb. Hidup Kudus, artinya hidup sesuai aturan² Kristus. Tidak mencemarkan diri dengan perbuatan dosa.
Ketiga, pemimpin yang hidup dalam ketulusan (2 Tim. 2:15), Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
A. yang dimaksudkan dengan kata-kata “yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” adalah sikap yang tulus atau ketulusan.
B. Bahwa persyaratan lain yang tak kalah pentingnya bagi seorang pemimpin yang dapat dipercayai adalah hidup dalam ketulusan.
C. Ketulusan ialah melakukan sesuatu tanpa pamrih/ mengharapkan imbalan atas usaha kita. Pemberitaan kebenaran Injil Kristus bukan didasarkan oleh karena kita digaji, melainkan karena kasih kita terhadap sesama sebagaimana Kristus telah mengasihi kita, menebus kita dengan darah-Nya.
D. Ketulusan dapat terlihat kita senang melakukan tanpa paksaan. Bahkan tanpa dibayarpun kita rela melakukannya.
E. Ketika pelayanan di Bali, saya bekerja di Denpasar dan melayani jemaat Singaraja 80-90km dg medan naik turun yang curam, bila ngantuk sedikit bisa pindah alam. Saya tidak mengharapkan imbalan atau pamrih, berharap digaji jemaat, tidak! Saya digaji Tuhan, saya berprinsip, jika saya melayani Tuhan, pasti Tuhan akan mencukupkan saya dan keluarga.
Kesimpulan:
Kita telah mengetahui, pemimpin berintegritas, dapat dipercaya, hidup dalam kekudusan dan melayani dengan ketulusan. Amin.
Keempat,pemimpin yang memiliki konsistensi (2 Tim. 2:3-6).
Kelima, pemimpin yang memiliki keteguhan hati (2 Tim. 2:9-10).
Keenam, pemimpin yang mampu bertahan sampai akhir (2 Tim 2:22).10
TOTALITAS DALAM MENYEMBAH TUHAN
TOTALITAS DALAM MENYEMBAH TUHAN
Roma 12:1 (TB) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
1. Arti totalitas totalitas/to•ta•li•tas/ n keutuhan; keseluruhan; kesemestaan: masyarakat dan kebudayaan dilukiskan sebagai satu -- (KBBI, website id)
Konsep penyembahan dalam PL, penyembah pagan/ berhala di tanah Kanaan. Salah satunya Molokh (pembacaan dari susunan tiga huruf Semit מלך m-l-k, yang berarti "raja") — juga ditulis sebagai Moloch, Molech — adalah nama dewa sembahan bangsa Amon.[1] Nama lainnya adalah Milkom. Pada zaman kuno dipuja oleh bangsa-bangsa Kanaan, Fenisia dan kebudayaan terkait di Afrika Utara dan Mesopotamia. Pemujaan dewa ini dihubungkan dengan persembahan anak-anak sebagai korban bakaran di Tofet, dekat Yerusalem; adat musyrik ini dikutuk (Imamat 18:21; 2 Raja–raja 23:10; Yeremia 32:35). Jeritan tangis bayi/ anak itu akan menyenangkan bagi Berhala mereka. Hal tersebut sangat dibenci Tuhan, celakanya praktik tersebut dipraktekkan kembali oleh raja² Israel, salah satunya raja Manasye.
2. Mengapa total?
A. Karena Tuhan ingin kita menyembah dg segenap hati. Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Bukan dengan setengah hati/ jiwa/ akal Budi.
B. Jemaat Laodekia dimuntahkan karena suam suam kuku. Lebih baik panas atau lebih baik dingin.
BAGAIMANA AGAR KITA TOTALITAS ?
I. MEMPERSEMBAHKAN DIRI SECARA TOTAL KEPADA TUHAN (ROMA 12:1)
A. Dalam PL kita ketahui bangsa Israel mempersembahkan lembu sapi, kambing domba atau merpati sebagai korban Bakaran. Bukan kurban persembahan alakadarnya, namun dituntut persembahan yang sempurna tak bercacat cela (luka, buta, pincang, dsb).
B. Tidak seperti PL, dalam PB kita dituntut untuk mempersembahkan tubuh kita seutuhnya kepada Tuhan. Bukan untuk dibakar, tetapi kita tunduk di bawah perintah Tuhan. Body, mind and soul harus menyatu dalam Menyembah Tuhan. Tidak layak bila dalam Menyembah Tuhan, raga kita di gedung Gereja, namun pikiran kita ada di kolam pemancingan, di Mall, di tempat tongkrongan. Harus ada sinkronisasi. Tubuh, jiwa dan roh kita juga menyembah Tuhan secara seutuhnya.
C. Point : Latih diri kita untuk menyerahkan secara penuh kepada Tuhan. Ketika pikiran duniawi masuk ke dalam pikiran kita, kita harus alihkan agar fokus kepada Tuhan. Kalau kita tidak mampu melawan godaan utk mengintip notifikasi smartphone, gunakan Alkitab buku. Rata² kita menggunakan Alkiteb.
II. BERKOMITMEN TOTAL DALAM MENGIKUT TUHAN (Roma 12:1-2)
A. Lukas 9:62
Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." Apa jadinya bila petani membajak dan terus menoleh ke belakang, maka sapinya akan ke kanan dan ke kiri tanpa kendali.
B. Artinya kita harus memandang ke depan jangan lagi melihat masa lalu kita/ kembali kepada kehidupan lama kita. Mungkin kehidupan lama kita hidup dalam dosa (dunia tipu²), setelah mengenal Tuhan berhenti dari berbuat dosa. Langkah keselamatan (Mendengar, Percaya, Bertobat, Mengaku dan di Baptis) 1 hal yg kita lupa, Setia sampai mati (adanya komitmen).
C. Ilustarasi: Napoleon Bonaparte, Kaisar dan jendral perang Prancis yang setiap sampai di suatu tempat yg akan diperanginya, ia memerintahkan prajuritnya untuk membakar kapalnya. Agar prajurit tidak bisa melarikan diri, pilihannya menang atau mati. Di banyak pertempuran dia selalu menang dalam menaklukan jajahannya.
D. Poin yg dapat diambil kita harus memutus akses untuk kembali kepada dosa, jangan lagi kembali pada dosa. Jangan biarkan hal² yg menarik kita kembali pada dosa. kita bangun komitmen secara pribadi.
III. ILUSTRASI : TUKANG BANGUNAN TUA INGIN PENSIUN
A. Seorang tukang bangunan sudah puluhan tahun bekerja pada seorang bos. Ia jenuh dan ingin pensiun.
B. Berkata pada bosnya, bos aku mau istirahat dari pekerjaan. Bosnya malah memberinya pekerjaan. Untuk membuat rumah terbaik sebagai pekerjaan terakhirnya.
C. Tukang bangunan tua ini jengkel mengerjakan dg asal²an karena ia berpikir sudah mau keluar. Hingga akhirnya rumah pun selesai dan memberikan kuncinya pada Bos.
D. Bos mengatakan rumah yg dibangun adalah hadiah dariku.
E. Tukang bangunan tua menyesal, kalau tau demikian ia akan membuat rumah tersebut sebaik²nya.
Kesimpulan :
1. Totalitas dalam Menyembah Tuhan penting bagi setiap orang Kristen
2. Kita harus totalitas dalam Menyembah Tuhan.
3. Tanpa totalitas tidak layak di hadapan Tuhan . Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Minggu, 12 Juni 2022
Jumat, 22 Oktober 2021
BAGAIMANA MELIHAT PERJANJIAN LAMA
Allah
selalu membuat
kehendak-Nya
diketahui melalui firman-Nya. Pada dispensasi
sebelumnya, selama era Perjanjian Lama, Dia
berbicara melalui para nabi (Ibrani 1:1) tetapi di
zaman sekarang ini Dia berbicara secara
eksklusif melalui Anak-Nya, Yesus Kristus
(Ibrani 1:1-2). Bapa telah memberikan segala
kuasa kepada Anak (Matius 28:18; Efesus 1:22-
23). Maka dari itu, karena Yesus adalah satusatunya Juru Bicara Allah hari ini dan karena
Dia memiliki segala kuasa, semua pengajaran
harus berasal dari "Kristus" jika ingin memiliki
otoritas yang tepat (Lihat 2 Yohanes 9-11; 1
Timotius 6:3-5).
Dari sini kita harus menyimpulkan bahwa
hari ini kita tidak boleh dibimbing oleh hukum
Musa atau hukum lain mana pun yang
ditemukan dalam Perjanjian Lama. Hukum
Lama melayani tujuannya untuk membawa
bangsa Israel kepada Kristus (Galatia 3:24-27).
Karena Yesus telah menggenapinya (Matius
5:17), maka Dia telah meniadakannya (Kolose
2:14).
Karena Allah tidak pernah menerapkan dua
hukum yang berbeda pada orang yang sama
pada waktu yang sama, tetapi kita harus melihat
pada “hukum yang sempurna, yaitu hukum yang
memerdekakan”, hukum yang diberikan oleh
Yesus (Yakobus 1:25).
Tidak ada praktek atau doktrin dari Hukum
Lama yang digunakan saat ini untuk
membenarkan apa yang dilakukan seseorang
dalam agama. Melakukan hal itu menyebabkan
seseorang lepas dari Kristus dan hidup diluar
kasih karunia Allah (Galatia 5:4).
Mengapa Ada Perubahan Perjanjian?
Alkitab memberitahu kita bahwa Perjanjian
Lama telah dirubah karena:
• Kelemahannya (Ibrani 7:18-19; 8:7-9;
9:9).
• Perubahan imamat mengharuskan
perubahan hukum Taurat (Ibrani 7:12).
Perjanjian berubah ketika imamat
berubah. Itu berubah karena Yesus tidak
mungkin menjadi imam di bawah
Hukum Lama sebab Dia berasal dari
suku Yehuda sedangkan para imam
berasal dari suku Lewi (Ibrani 7:13-14).
• Perjanjian lama hanya untuk melayani
sampai “Benih” itu datang (Kejadian
22:15-18; Galatia 3:5-19). “Benih” yang
dinubuatkan adalah Yesus Kristus.
• Perjanjian Lama hanya dimaksudkan
untuk membawa orang-orang Yahudi
kepada Kristus (Galatia 3:24-27).
Hukum Lama Telah Dihapus
Seluruhnya
Beberapa orang mencoba mengatakan
Sepuluh Perintah tidak dibuang. Mereka
membuat perbedaan antara apa yang mereka
sebut sebagai hukum moral dan hukum upacara.
Tidak ada perbedaan atau pembagian seperti itu
di dalam Perjanjian Lama atau Baru. Sepuluh
Perintah dan Perjanjian adalah satu dan sama
(Lihat Ulangan 9:9-11; 10:4; Keluaran 34:28).
Perjanjian yang diberikan Allah kepada
Musa, yang tertulis atau terukir di atas loh batu
yang juga termasuk Sepuluh Perintah Allah,
telah:
• Menjadi tua (Ibrani 8:13).
• Dihapus (Kolose 2:14).
• Ditiadakan (2 Korintus 3:4-11).
• Dibatalkan (Efesus 2:13-16).
Kebodohan Jika Mengikat Diri Pada
Hukum Lama
Jika kita mencoba untuk membenarkan
praktek-praktek dalam agama hari ini dengan
Perjanjian Lama, maka kita mengikat diri kita
sendiri pada hal-hal yang:
• Adalah pelayanan yang memimpin
kepada kematian (2 Korintus 3:7).
• Berlawanan dengan orang-orang yang
mencoba untuk mempertahankannya
(Kolose 2:14).
• Salah (Ibrani 8:7).
• Tidak dapat menyempurnakan
penyembah (Ibrani 9:9).
• Tidak dapat menghasilkan kebenaran
(Galatia 2:21).
• Tidak dapat membenarkan siapa pun
(Galatia 2:16; 3:11).
• Adalah kutukan (Galatia 3:10).
• Melepaskan seseorang dari KristuBagaimana Melihat
Perjanjian Lama
Allah
selalu membuat
kehendak-Nya
diketahui melalui firman-Nya. Pada dispensasi
sebelumnya, selama era Perjanjian Lama, Dia
berbicara melalui para nabi (Ibrani 1:1) tetapi di
zaman sekarang ini Dia berbicara secara
eksklusif melalui Anak-Nya, Yesus Kristus
(Ibrani 1:1-2). Bapa telah memberikan segala
kuasa kepada Anak (Matius 28:18; Efesus 1:22-
23). Maka dari itu, karena Yesus adalah satusatunya Juru Bicara Allah hari ini dan karena
Dia memiliki segala kuasa, semua pengajaran
harus berasal dari "Kristus" jika ingin memiliki
otoritas yang tepat (Lihat 2 Yohanes 9-11; 1
Timotius 6:3-5).
Dari sini kita harus menyimpulkan bahwa
hari ini kita tidak boleh dibimbing oleh hukum
Musa atau hukum lain mana pun yang
ditemukan dalam Perjanjian Lama. Hukum
Lama melayani tujuannya untuk membawa
bangsa Israel kepada Kristus (Galatia 3:24-27).
Karena Yesus telah menggenapinya (Matius
5:17), maka Dia telah meniadakannya (Kolose
2:14).
Karena Allah tidak pernah menerapkan dua
hukum yang berbeda pada orang yang sama
pada waktu yang sama, tetapi kita harus melihat
pada “hukum yang sempurna, yaitu hukum yang
memerdekakan”, hukum yang diberikan oleh
Yesus (Yakobus 1:25).
Tidak ada praktek atau doktrin dari Hukum
Lama yang digunakan saat ini untuk
membenarkan apa yang dilakukan seseorang
dalam agama. Melakukan hal itu menyebabkan
seseorang lepas dari Kristus dan hidup diluar
kasih karunia Allah (Galatia 5:4).
Mengapa Ada Perubahan Perjanjian?
Alkitab memberitahu kita bahwa Perjanjian
Lama telah dirubah karena:
• Kelemahannya (Ibrani 7:18-19; 8:7-9;
9:9).
• Perubahan imamat mengharuskan
perubahan hukum Taurat (Ibrani 7:12).
Perjanjian berubah ketika imamat
berubah. Itu berubah karena Yesus tidak
mungkin menjadi imam di bawah
Hukum Lama sebab Dia berasal dari
suku Yehuda sedangkan para imam
berasal dari suku Lewi (Ibrani 7:13-14).
• Perjanjian lama hanya untuk melayani
sampai “Benih” itu datang (Kejadian
22:15-18; Galatia 3:5-19). “Benih” yang
dinubuatkan adalah Yesus Kristus.
• Perjanjian Lama hanya dimaksudkan
untuk membawa orang-orang Yahudi
kepada Kristus (Galatia 3:24-27).
Hukum Lama Telah Dihapus
Seluruhnya
Beberapa orang mencoba mengatakan
Sepuluh Perintah tidak dibuang. Mereka
membuat perbedaan antara apa yang mereka
sebut sebagai hukum moral dan hukum upacara.
Tidak ada perbedaan atau pembagian seperti itu
di dalam Perjanjian Lama atau Baru. Sepuluh
Perintah dan Perjanjian adalah satu dan sama
(Lihat Ulangan 9:9-11; 10:4; Keluaran 34:28).
Perjanjian yang diberikan Allah kepada
Musa, yang tertulis atau terukir di atas loh batu
yang juga termasuk Sepuluh Perintah Allah,
telah:
• Menjadi tua (Ibrani 8:13).
• Dihapus (Kolose 2:14).
• Ditiadakan (2 Korintus 3:4-11).
• Dibatalkan (Efesus 2:13-16).
Kebodohan Jika Mengikat Diri Pada
Hukum Lama
Jika kita mencoba untuk membenarkan
praktek-praktek dalam agama hari ini dengan
Perjanjian Lama, maka kita mengikat diri kita
sendiri pada hal-hal yang:
• Adalah pelayanan yang memimpin
kepada kematian (2 Korintus 3:7).
• Berlawanan dengan orang-orang yang
mencoba untuk mempertahankannya
(Kolose 2:14).
• Salah (Ibrani 8:7).
• Tidak dapat menyempurnakan
penyembah (Ibrani 9:9).
• Tidak dapat menghasilkan kebenaran
(Galatia 2:21).
• Tidak dapat membenarkan siapa pun
(Galatia 2:16; 3:11).
• Adalah kutukan (Galatia 3:10).
• Melepaskan seseorang dari Kristus (Galatia 5:4)
Otoritas Kita: Perjanjian Baru
Perjanjian Baru adalah otoritas kita hari ini
karena ia adalah firman Kristus (Yohanes
12:48; Ibrani 1:1-2). Karena Dia memiliki
segala kuasa (Matius 28:18; Efesus 1:22-23),
firman-Nya menyediakan semua hal yang
diperlukan untuk kehidupan dan kesalehan (2
Petrus 1:3) dan sepenuhnya melengkapi kita
untuk setiap perbuatan baik (2 Timotius 3:16 -
17). Karena itu, segala sesuatu harus dilakukan
dalam nama-Nya atau dengan kuasa-Nya
(Kolose 3:17).
© 1994, Gene Taylor. Hak Cipta Dilindungi Oleh
Undang-undang.
Kami juga melayani pendalaman alkitab tatap
muka. Hub via WhatsApp:
Email:
Bagaimana Melihat
Perjanjian
Lama
Gene Taylor
REALITA NERAKA
Dalam Matius 25:31-46 Alkitab
mengajarkan bahwa pada penghakiman terakhir
orang benar akan masuk surga untuk menikmati
hidup yang kekal, sementara orang jahat akan
masuk ke dalam hukuman kekal. Pikiran
tentang penderitaan abadi menjijikkan bagi
banyak orang. Tidak diragukan lagi keengganan
ini
berada
di dasar sebagian besar
ketidakpercayaan terhadap apa yang diajarkan
Alkitab tentang neraka.
Terlepas dari penyangkalan banyak orang,
neraka itu nyata. Dosa menuntutnya. Dosa
adalah pelanggaran hukum Allah (1 Yohanes
3:4). Jika tidak ada hukuman atas dosa, maka
tidak mungkin ada hukum, karena hukum tanpa
hukuman itu sia-sia dan tidak ada gunanya. Jika
tidak ada hukum, tidak akan ada dosa. Itu akan
membuat kematian Yesus tidak berguna karena
jika tidak ada dosa tidak ada tanggung jawab
untuk menyelamatkan siapa pun darinya.
Realita kehidupan setelah kematian juga
menuntut realita neraka. Yesus mengajarkan,
dalam Matius 22:23-33, bahwa ada kehidupan
setelah kematian jasmani. Dalam kisah orang
kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31), dua takdir
yang berbeda disajikan: penghiburan bagi orang
benar tetapi hukuman bagi orang jahat.
Neraka awalnya disiapkan untuk Setan dan
malaikat-malaikatnya (Mat. 25:41). Yudas 6
menyatakan bahwa malaikat yang jatuh
ditempatkan dalam rantai menunggu
penghakiman. Namun, ketika laki-laki dan
perempuan bergabung dengan iblis dalam
pekerjaannya dan hidup dalam perbudakan
kepadanya, mereka harus mengalami nasib
yang sama seperti yang akan menimpanya.
Neraka Tidak Bertentangan Dengan
Sifat Allah
Banyak orang merasa sulit untuk menerima
realita neraka karena mereka tidak percaya
bahwa Allah yang pengasih dan penyayang bisa
membuat tempat seperti itu. Tapi neraka tidak
bertentangan dengan sifat Allah. Jika tidak ada
hukuman diberikan karena melanggar hukumNya, maka Allah tidak akan adil. Menjadi Allah
yang adil, Dia akan menghargai orang benar dan
menghukum orang jahat. Neraka untuk
menghukum orang jahat.
Seperti Apa Neraka
Neraka itu abadi. Hal ini dijelaskan seperti
itu dalam Matius 25:46. Dalam Roma 16:26,
Allah dikatakan kekal. Roh Kudus, dalam Ibrani
9:14, juga digambarkan sebagai Pribadi yang
kekal. Kata yang sama dalam bahasa Yunani
(bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru) digunakan
dalam ketiga ayat ini. Kata itu berarti kekal,
abadi, tanpa akhir, tidak pernah berhenti.
Neraka dan hukuman yang dijatuhkan di luar
sana akan berlangsung selama-lamanya sama
seperti kekekalan Allah. Itu akan bertahan
selamanya, selama-lamanya.
Neraka adalah tempat kegelapan. Yudas 13
berbicara tentang “dunia kekelaman” tempat
guru-guru palsu akan dikurung selamanya.
Allah adalah terang (1 Yohanes 1:5) dan Bapa
segala terang (Yak. 1:17). Neraka digambarkan
sebagai kegelapan karena merupakan tempat
terjauh dari Allah. Tidak akan ada Allah yang
mendengarkan permohonan belas kasihan atau
memberikan harapan pembebasan.
Neraka adalah tempat berapi. Matius 13:42
membicarakannya sebagai dapur api. Matius
25:41 menyebutnya sebagai api yang kekal.
Markus 9:44-45 mengatakan api yang tidak
pernah padam. Wahyu 21:8 menyebutnya
sebagai lautan api. Tidak akan ada kelegaan dari
apinya karena Wahyu 14:11 mengatakan asap
api yang menyiksa naik ke atas sampai selamalamanya.
Tidak ada istirahat di sana. Wahyu 14:11
mengatakan orang jahat tidak akan beristirahat
dari siksaan mereka siang atau malam.
Karena tidak ada istirahat, tidak akan ada
kelegaan. Orang kaya dalam Lukas 16, yang
sedang menunggu penghakiman akhir di
Tartarus, menginginkan setetes air untuk
mendinginkan lidahnya yang tersiksa tetapi dia
tidak mendapatkannya.
Siapa yang Akan Masuk Neraka
Sebagaimana telah disebutkan, Setan dan
malaikat-malaikatnya akan berada di sana (Mat.
25:41). Wahyu 21:8 mengatakan "orang-orang
penakut, orang-orang yang tidak percaya,
orang-orang keji, orang-orang pembunuh,
orang-orang sundal, tukang-tukang sihir,
penyembah-penyembah berhala dan semua
pendusta" akan berada di sana. Mereka yang
tidak mengenal Allah dan mereka yang tidak menaati Injil akan menjalani hukuman
kebinasaan abadi (2 Tes. 1:7-9). Singkatnya,
semua orang yang memilih untuk tetap dalam
dosa akan ditemukan di neraka.
Mengapa Orang Akan Masuk Kesana
Allah menginginkan agar semua orang
diselamatkan (1 Tim. 2:1-4). Allah Mahakuasa
dan Injil, kuasa-Nya untuk menyelamatkan
(Roma
1:16), dapat menyelamatkan
sepenuhnya. Orang tidak akan berada di neraka
karena Allah tidak akan menyelamatkan
mereka. Dia mengutus Anak-Nya ke dalam
dunia ini agar semua orang memperoleh
keselamatan (Yohanes 3:16) dan Dia telah
mengundang semua orang yang mau datang
kepada-Nya (Mat. 11:28-30; Wah 22:17).
Jika seseorang berakhir di neraka, dia hilang
oleh pilihan bebasnya sendiri. Tidak ada siapasiapa yang bisa dia salahkan kecuali dirinya
sendiri. Banyak yang melihat bahwa tidak perlu
tertarik pada hal-hal rohani dan acuh tak acuh
terhadap permohonan Injil. Yang lain menolak
untuk menaati Injil atau tunduk pada kehendak
Allah. Beberapa orang menolak untuk percaya.
Yang lain lebih mencintai dosa daripada
kebenaran. Beberapa menjadi tidak setia dalam
pelayanan. Banyak yang menunda untuk taat
sampai akhirnya terlambat.
Kesimpulan
Neraka itu nyata. Penderitaan dalam neraka
menunggu orang berdosa. Anda dapat
menghindari siksaan yang ditemukan di sana
dengan menunjukan ketaatan kepada Kristus
sekarang. Dia akan menghapus kesalahan dosadosa Anda dan memberi Anda harapan akan
kehidupan bahagia yang abadi di hadirat-Nya.
© 1994, Gene Taylor. Hak Cipta Dilindungi Oleh
Undang-undang.
www.centervilleroad.com
Kami juga melayani pendalaman alkitab tatap
muka. Hub via WhatsApp:
atau
Email:
REALITA NERAKA
Gene Taylor
Rabu, 20 Oktober 2021
GEREJA YANG BENAR
Ada banyak denominasi yang berbeda (gereja-gereja
buatan manusia)! Semua memiliki pendiri yang
berbeda. Semua dimulai pada waktu dan tempat
yang berbeda. Masing-masing memakai nama yang
berbeda dari yang lain. Masing-masing beribadah
dengan caranya sendiri. Denominasi berbeda satu
sama lain dalam organisasi. Mereka mengajarkan
doktrin yang berbeda. Mereka mengajarkan
berbagai cara untuk diselamatkan. Aneh bahwa
mereka yang mengaku percaya Alkitab akan
menerima kebingungan seperti itu. Jutaan orang
tidak pernah mempertanyakannya. Yang lain
memaafkannya dengan mengatakan: “Kita semua
akan pergi ke Surga. Kami hanya melewati jalan yang
berbeda.” Ada yang berkata: “Satu gereja sama
baiknya dengan yang lain.” Yang lain lagi memberi
tahu kita untuk “Bergabunglah dengan gereja pilihan
Anda.” Apakah Allah punya pilihan? Apakah ada
gereja yang dinyatakan dalam Alkitab? Jika Yesus
mendirikan sebuah gereja, bukankah seharusnya
kita berada di dalamnya dan bukannya gereja yang
dimulai oleh seorang manusia? Apa yang Alkitab
katakan?
Alkitab Mengutuk Perpecahan
Yesus berdoa agar semua orang yang percaya
kepada-Nya menjadi satu (Yohanes 17:20-23).
Paulus menegur jemaat di Korintus karena terpecah:
“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara,
demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu
seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara
kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu
dan sehati sepikir” (1 Korintus 1:10). Orang Kristen
diperintahkan untuk menandai orang-orang yang
menyebabkan perpecahan dengan mengajarkan
doktrin yang berbeda (Roma 16:16-17). Hanya Satu
Gereja yang Yesus janjikan: “Di atas batu karang ini
Aku akan mendirikan gereja-Ku” (Matius 16:18). Dia
tidak berjanji untuk membangun banyak
denominasi. Dia berjanji untuk membangun gerejaNya! Dia mati untuk gereja-Nya (Kisah Para Rasul
20:28; Efesus 5:25). Tidak ada di manapun dalam
Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus membangun
sebuah denominasi! Alkitab juga tidak mengajarkan
Yesus mati untuk gereja mana pun yang didirikan
oleh manusia! Dia mati hanya untuk satu gereja,
gereja yang Dia beli dengan darah-Nya sendiri.
Gereja adalah tubuh Kristus (Efesus 1:22-23). Ada
satu tubuh (Efesus 4:4). Oleh karena itu, hanya ada
satu gereja! Yesus adalah Juruselamat tubuh-Nya
(Efesus 5:25). Jika kita ingin diselamatkan, kita harus
berada di dalam tubuh-Nya. Kita tidak dapat
diselamatkan di dalam gereja buatan manusia!
Gereja Ini Dimulai di
Yerusalem Tahun 33 M
Yesus berjanji untuk membangun gereja-Nya
(Matius 16:18). Para nabi menubuatkan gereja akan
dibangun pada “hari-hari terakhir” di Yerusalem
(Yesaya 2:2-3; Yoel 2:28-32). Yesus menyuruh para
rasul-Nya untuk menunggu Roh Kudus di Yerusalem
(Kisah Para Rasul 1:4-8). Roh turun ke atas mereka
pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:1-13).
Petrus berkata ini adalah penggenapan nubuat Yoel
(Kisah Para Rasul 2:16-21). Dia memberitakan Injil
kepada orang banyak. Ketika mereka mendengar,
percaya, bertobat dan dibaptis, mereka
ditambahkan oleh Tuhan ke dalam gereja-Nya (Kisah
Para Rasul 2:22-47). Semua hari ini yang menaati Injil
yang sama dengan cara yang sama ditambahkan
oleh Tuhan yang sama ke dalam gereja yang sama!
Yesus Adalah Kepalanya
“Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung,
yang pertama bangkit dari antara orang mati,
sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu”
(Kolose 1:18). Kita tidak membaca di dalam Alkitab
tentang adanya manusia sebagai kepala gereja.
Tidak ada pengkhotbah, pendeta, imam, paus,
presiden, bapa bangsa, dewan, atau komite menjadi
kepala atas gereja yang benar. Kristus adalah satusatunya kepala! Pusat gereja yang benar di Sorga di
mana Yesus Kristus, Sang Kepala, berada (Kisah Para
Rasul 2:33-36).
Gereja Ini Independen
(Otonom)
Meskipun ada satu tubuh, orang-orang Kristen di
setiap daerah berkumpul untuk beribadah. Paulus
menulis kepada orang-orang Kristen di Roma:
“Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus”
(Roma 16:16). Dia tidak berbicara tentang
denominasi yang berbeda, tetapi tentang
perhimpunan Kristen di setiap daerah. Semua ini
bersama-sama membentuk tubuh Kristus. Paulus
menyebut orang-orang kudus di Korintus sebagai
“jemaat Allah yang ada di Korintus” (1 Korintus 1:2).
Dia meminta para penatua gereja di Efesus untuk
bertemu dengannya di Miletus (Kisah Para Rasul
20:17). Dia berbicara tentang "jemaat-jemaat
Galatia" yang berarti perkumpulan orang-orang
Kristen di setiap kota Galatia (Galatia 1:2).
Tidak ada organisasi pusat lain dari gereja yang
benar selain di sorga, tempat Kristus memerintah.
Setiap jemaat memiliki pemerintahan sendiri dan
independen dari yang lainnya. Masing-masing
memiliki penatua-penatua sendiri yang juga disebut penilik (pengawas) dan pendeta (gembala). Gereja di
Antiokhia mengirimkan sumbangan kepada para
penatua gereja di Yerusalem (Kisah Para Rasul 11:29-
30). Paulus dan Barnabas “menetapkan penatuapenatua bagi jemaat itu “(Kisah 14:23). Paulus
memanggil para penatua gereja di Efesus (Kisah Para
Rasul 20:17). Dia menulis kepada orang-orang kudus
di Filipi “dengan para penilik jemaat dan para
diaken” (Filipi 1:1). Para Penatua hanya memimpin
atas jemaat lokal di mana mereka pun adalah
anggota di jemaat itu (1 Petrus 5:1-2).
Ada Pola Ibadahnya
Jemaat dalam Alkitab bertemu pada hari pertama
dalam minggu itu (Kisah Para Rasul 20:7; 1 Korintus
16:1-2). Mereka menyembah dalam “roh dan
kebenaran” (Yohanes 4:24). Mereka makan
perjamuan Tuhan (Matius 26:26-29; Kisah Para Rasul
20:7; 1 Korintus 11:23-26). Mereka menyanyikan
pujian bagi Tuhan tanpa bantuan alat musik buatan
manusia (Efesus 5:19; Kolose 3:16; Ibrani 13:15).
Mereka memanjatkan doa kepada Allah melalui
Yesus Kristus (1 Timotius 2:1-8). Mereka mendengar
pemberitaan Firman Tuhan (Kisah Para Rasul 2:42;
20:7; Matius 28:20). Mereka memberi persembahan
sesuai dengan berkat yang mereka peroleh dari Allah
(1 Korintus 16:1-2).
Nama Gereja dan Anggotanya
Denominasi sering memakai nama pendirinya.
Terkadang mereka memakai nama sebuah doktrin.
Lainnya memakai nama tempat di mana mereka
mulai. Gereja dalam Alkitab menghormati Allah
melalui namanya. Itu disebut “jemaat Allah” (1
Korintus 1:2) dan “jemaat Kristus” (Matius 16:18;
Roma 16:16). Para anggota disebut “murid” karena
mereka adalah murid-murid Yesus (Kisah Para Rasul
6:1). Mereka disebut “orang-orang kudus” karena
mereka dipisahkan dari dunia (1 Korintus 1:2; Filipi
1:1). Mereka disebut “anak-anak Allah” karena
mereka telah dilahirkan kembali ke dalam keluargaNya (Yohanes 3:3-5; 1 Yohanes 3:1). Kadang-kadang
mereka disebut “orang percaya” karena mereka
percaya kepada Yesus Kristus untuk menyelamatkan
mereka (Kisah Para Rasul 5:14; Yohanes 8:24).
Mereka adalah “anggota” karena hubungan mereka
satu sama lain di dalam tubuh (1 Korintus 12:27).
Anggota gereja dalam Alkitab juga disebut “Kristen.”
Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Allah akan
memberikan nama baru ini kepada umat-Nya
(Yesaya 62:2; Kisah Para Rasul 11:26; 26:28; 1 Petrus
4:16).
Masuk Gereja yang Benar
Seseorang masuk gereja yang benar dengan menaati
Injil (Roma 6:16-18; 1 Petrus 1:22-23). Ketaatan ini
mencakup mendengarkan Firman Tuhan (Roma
10:17), percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak
Allah (Markus 16:16), bertobat dari dosa-dosa (Kisah
Para Rasul 2:38), mengakui Yesus Kristus adalah
Anak Allah dan Tuhan (Kisah 8:37; Roma 10:9-10),
dan dikuburkan dalam baptisan untuk
pengampunan dosa (Roma 6:3-4; Galatia 3:26-27).
Ketika seseorang mematuhi perintah-perintah ini,
Tuhan menambahkan dia ke dalam gereja-Nya
(Kisah Para Rasul 2:47; 1 Korintus 12:13).
Denominasi tidak memiliki hak untuk eksis. Mereka
akan dihancurkan oleh Tuhan pada saat kedatanganNya (Matius 15:13). Hanya gereja yang didirikan oleh
Yesus Kristus yang akan diselamatkan (Efesus 5:23-
27). Jangan mempertaruhkan keselamatan Anda
dalam gereja buatan manusia. Taati Injil dan Tuhan
akan menambahkan Anda ke dalam gereja-Nya!
(Sumber: Truth For The World – truthfortheworld.org).
GEREJA YANG BENAR
JEMAAT KRISTUS












