Indonesia Church of Christ

Analityc

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 Januari 2026

Pemimpin Yang Memiliki Integritas

PEMIMPIN YANG MEMILIKI INTEGRITAS Tanggal : 04 Febuari 2024 Nats : 2 Timotius 2:1-26 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. Tujuan : Mengajar jemaat tentang prinsip-prinsip tentang pemimpin yang memiliki integritas sesuai dengan Alkitab 1. Integritas adalah salah satu bentuk kualitas terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Orang yang memiliki integritas berarti memiliki kepribadian yang jujur dan kuat. Integritas sendiri berasal dari bahasa latin “integrate” yang artinya seperti berikut ini: Integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran[2] Integritas merupakan gambaran diri kita dalam suatu organisasi yang terlihat dari perilaku dan tindakan sehari-hari[3] Seseorang yang benar memiliki sebuah intergitas adalah mereka yang dapat diberi kepercayaan lebih. Hal ini didasarkan pada kesesuaian antara perilaku dan ucapannya. Integritas mencerminkan seseorang dengan suatu ciri yang transparan, bertanggungjawab, dan objektif. 2. Kepada Timotius, pemimpin/penginjil yang masih muda itu, Rasul Paulus menulis: “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain” (2 Timotius 2:2). Dalam 2 Timotius 2 terdapat prinsip-prinsip tentang pemimpin yang berintegritas, yaitu: Pertama, Pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang “dapat dipercayai” dan "cakap mengajar." A. Dengan kata lain, pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang memperoleh kepercayaan. Kalau tidak demikian maka tidak akan ada orang yang mau menjadi pengikut. John C. Maxwell dan Yakob Tomatala, dalam tulisan masing-masing, mengatakan bahwa pemimpin adalah seseorang yang punya pengikut. B. Kembali pada motif pemimpin itu sendiri, menurut Paulus ada beragam motif seseorang memberitakan Injil Kristus, iri dengki ingin menjatuhkan Paulus, urusan perut dan motif tersembunyi lainnya. C. Agar dapat dipercaya, perlu menjaga kesesuaian ucapan dan tindakan kita. Jangan sampai ucapan kita tidak bisa dipegang, hari ini A besok B, besoknya lagi C. Atau berbeda ucapan kepada tiap orang. D. Tadi sudah disinggung mengenai orang berintegritas adalah orang yang jujur. Hal ini mengingatkan tentang seorang raja yang memiliki putri cantik, dan mengadakan sayembara untuk mempersunting putrinya. Bagaimana caranya, raja memberikan benih biji-bijian kepada peserta. Silahkan tanam, sebulan lagi datang dan bawa hasilnya. Pemuda desa datang dengan ketakutan, biji tanaman yg tidak bisa tumbuh. Dialah pemenangnya, karena semua biji telah direbus, dan pasti tidak bisa tumbuh. E. Dalam hubungannya cakap mengajar, maka harus mampu mengajar. Maka dia harus rajin belajar firman Tuhan. Tidak mesti bergelar akademik Sarjana, doktor atau profesor. Mampu mengajar artinya dapat mampu mengemas pesan ajaran sehingga dapat dimengerti. Mengajar paling efektif adalah dengan teladan/ contoh. Yesus mencontohkan teladan tersebut ketika membasuh kaki murid²Nya. Menjadi pemimpin artinya siap melayani dan bukan dilayani. Kedua, pemimpin yang hidup dalam kekudusan. A. Dalam 2 Timotius 2:21 dikatakan, bahwa “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” Menurut Paulus bahwa seseorang yang dapat dipercayai adalah seseorang yang telah dikuduskan. Ibarat perabotan rumah, kita pasti senang perabot yang bersih. Namun bila perabot kotor rusak dan bau, kita jijik menggunakannya. B. Dan dalam konteks kepemimpinan dapat dikatakan bahwa pemimpin yang dapat dipercayai adalah pemimpin yang telah dikuduskan atau pemimpin yang hidup dalam kekudusan. C. Hidup Kudus tidak seperti beberapa anggapan harus bertapa di suatu tempat, atau makan Senin Kamis, serba putih dsb. Hidup Kudus, artinya hidup sesuai aturan² Kristus. Tidak mencemarkan diri dengan perbuatan dosa. Ketiga, pemimpin yang hidup dalam ketulusan (2 Tim. 2:15), Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. A. yang dimaksudkan dengan kata-kata “yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” adalah sikap yang tulus atau ketulusan. B. Bahwa persyaratan lain yang tak kalah pentingnya bagi seorang pemimpin yang dapat dipercayai adalah hidup dalam ketulusan. C. Ketulusan ialah melakukan sesuatu tanpa pamrih/ mengharapkan imbalan atas usaha kita. Pemberitaan kebenaran Injil Kristus bukan didasarkan oleh karena kita digaji, melainkan karena kasih kita terhadap sesama sebagaimana Kristus telah mengasihi kita, menebus kita dengan darah-Nya. D. Ketulusan dapat terlihat kita senang melakukan tanpa paksaan. Bahkan tanpa dibayarpun kita rela melakukannya. E. Ketika pelayanan di Bali, saya bekerja di Denpasar dan melayani jemaat Singaraja 80-90km dg medan naik turun yang curam, bila ngantuk sedikit bisa pindah alam. Saya tidak mengharapkan imbalan atau pamrih, berharap digaji jemaat, tidak! Saya digaji Tuhan, saya berprinsip, jika saya melayani Tuhan, pasti Tuhan akan mencukupkan saya dan keluarga. Kesimpulan: Kita telah mengetahui, pemimpin berintegritas, dapat dipercaya, hidup dalam kekudusan dan melayani dengan ketulusan. Amin. Keempat,pemimpin yang memiliki konsistensi (2 Tim. 2:3-6). Kelima, pemimpin yang memiliki keteguhan hati (2 Tim. 2:9-10). Keenam, pemimpin yang mampu bertahan sampai akhir (2 Tim 2:22).10

TOTALITAS DALAM MENYEMBAH TUHAN

TOTALITAS DALAM MENYEMBAH TUHAN Roma 12:1 (TB) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 1. Arti totalitas totalitas/to•ta•li•tas/ n keutuhan; keseluruhan; kesemestaan: masyarakat dan kebudayaan dilukiskan sebagai satu -- (KBBI, website id) Konsep penyembahan dalam PL, penyembah pagan/ berhala di tanah Kanaan. Salah satunya Molokh (pembacaan dari susunan tiga huruf Semit מלך m-l-k, yang berarti "raja") — juga ditulis sebagai Moloch, Molech — adalah nama dewa sembahan bangsa Amon.[1] Nama lainnya adalah Milkom. Pada zaman kuno dipuja oleh bangsa-bangsa Kanaan, Fenisia dan kebudayaan terkait di Afrika Utara dan Mesopotamia. Pemujaan dewa ini dihubungkan dengan persembahan anak-anak sebagai korban bakaran di Tofet, dekat Yerusalem; adat musyrik ini dikutuk (Imamat 18:21; 2 Raja–raja 23:10; Yeremia 32:35). Jeritan tangis bayi/ anak itu akan menyenangkan bagi Berhala mereka. Hal tersebut sangat dibenci Tuhan, celakanya praktik tersebut dipraktekkan kembali oleh raja² Israel, salah satunya raja Manasye. 2. Mengapa total? A. Karena Tuhan ingin kita menyembah dg segenap hati. Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Bukan dengan setengah hati/ jiwa/ akal Budi. B. Jemaat Laodekia dimuntahkan karena suam suam kuku. Lebih baik panas atau lebih baik dingin. BAGAIMANA AGAR KITA TOTALITAS ? I. MEMPERSEMBAHKAN DIRI SECARA TOTAL KEPADA TUHAN (ROMA 12:1) A. Dalam PL kita ketahui bangsa Israel mempersembahkan lembu sapi, kambing domba atau merpati sebagai korban Bakaran. Bukan kurban persembahan alakadarnya, namun dituntut persembahan yang sempurna tak bercacat cela (luka, buta, pincang, dsb). B. Tidak seperti PL, dalam PB kita dituntut untuk mempersembahkan tubuh kita seutuhnya kepada Tuhan. Bukan untuk dibakar, tetapi kita tunduk di bawah perintah Tuhan. Body, mind and soul harus menyatu dalam Menyembah Tuhan. Tidak layak bila dalam Menyembah Tuhan, raga kita di gedung Gereja, namun pikiran kita ada di kolam pemancingan, di Mall, di tempat tongkrongan. Harus ada sinkronisasi. Tubuh, jiwa dan roh kita juga menyembah Tuhan secara seutuhnya. C. Point : Latih diri kita untuk menyerahkan secara penuh kepada Tuhan. Ketika pikiran duniawi masuk ke dalam pikiran kita, kita harus alihkan agar fokus kepada Tuhan. Kalau kita tidak mampu melawan godaan utk mengintip notifikasi smartphone, gunakan Alkitab buku. Rata² kita menggunakan Alkiteb. II. BERKOMITMEN TOTAL DALAM MENGIKUT TUHAN (Roma 12:1-2) A. Lukas 9:62 Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." Apa jadinya bila petani membajak dan terus menoleh ke belakang, maka sapinya akan ke kanan dan ke kiri tanpa kendali. B. Artinya kita harus memandang ke depan jangan lagi melihat masa lalu kita/ kembali kepada kehidupan lama kita. Mungkin kehidupan lama kita hidup dalam dosa (dunia tipu²), setelah mengenal Tuhan berhenti dari berbuat dosa. Langkah keselamatan (Mendengar, Percaya, Bertobat, Mengaku dan di Baptis) 1 hal yg kita lupa, Setia sampai mati (adanya komitmen). C. Ilustarasi: Napoleon Bonaparte, Kaisar dan jendral perang Prancis yang setiap sampai di suatu tempat yg akan diperanginya, ia memerintahkan prajuritnya untuk membakar kapalnya. Agar prajurit tidak bisa melarikan diri, pilihannya menang atau mati. Di banyak pertempuran dia selalu menang dalam menaklukan jajahannya. D. Poin yg dapat diambil kita harus memutus akses untuk kembali kepada dosa, jangan lagi kembali pada dosa. Jangan biarkan hal² yg menarik kita kembali pada dosa. kita bangun komitmen secara pribadi. III. ILUSTRASI : TUKANG BANGUNAN TUA INGIN PENSIUN A. Seorang tukang bangunan sudah puluhan tahun bekerja pada seorang bos. Ia jenuh dan ingin pensiun. B. Berkata pada bosnya, bos aku mau istirahat dari pekerjaan. Bosnya malah memberinya pekerjaan. Untuk membuat rumah terbaik sebagai pekerjaan terakhirnya. C. Tukang bangunan tua ini jengkel mengerjakan dg asal²an karena ia berpikir sudah mau keluar. Hingga akhirnya rumah pun selesai dan memberikan kuncinya pada Bos. D. Bos mengatakan rumah yg dibangun adalah hadiah dariku. E. Tukang bangunan tua menyesal, kalau tau demikian ia akan membuat rumah tersebut sebaik²nya. Kesimpulan : 1. Totalitas dalam Menyembah Tuhan penting bagi setiap orang Kristen 2. Kita harus totalitas dalam Menyembah Tuhan. 3. Tanpa totalitas tidak layak di hadapan Tuhan . Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Minggu, 12 Juni 2022

Ibadah Kebaktian Minggu 12 Juni 2022

Jumat, 22 Oktober 2021

BAGAIMANA MELIHAT PERJANJIAN LAMA

Allah selalu membuat kehendak-Nya diketahui melalui firman-Nya. Pada dispensasi sebelumnya, selama era Perjanjian Lama, Dia berbicara melalui para nabi (Ibrani 1:1) tetapi di zaman sekarang ini Dia berbicara secara eksklusif melalui Anak-Nya, Yesus Kristus (Ibrani 1:1-2). Bapa telah memberikan segala kuasa kepada Anak (Matius 28:18; Efesus 1:22- 23). Maka dari itu, karena Yesus adalah satusatunya Juru Bicara Allah hari ini dan karena Dia memiliki segala kuasa, semua pengajaran harus berasal dari "Kristus" jika ingin memiliki otoritas yang tepat (Lihat 2 Yohanes 9-11; 1 Timotius 6:3-5). Dari sini kita harus menyimpulkan bahwa hari ini kita tidak boleh dibimbing oleh hukum Musa atau hukum lain mana pun yang ditemukan dalam Perjanjian Lama. Hukum Lama melayani tujuannya untuk membawa bangsa Israel kepada Kristus (Galatia 3:24-27). Karena Yesus telah menggenapinya (Matius 5:17), maka Dia telah meniadakannya (Kolose 2:14). Karena Allah tidak pernah menerapkan dua hukum yang berbeda pada orang yang sama pada waktu yang sama, tetapi kita harus melihat pada “hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan”, hukum yang diberikan oleh Yesus (Yakobus 1:25). Tidak ada praktek atau doktrin dari Hukum Lama yang digunakan saat ini untuk membenarkan apa yang dilakukan seseorang dalam agama. Melakukan hal itu menyebabkan seseorang lepas dari Kristus dan hidup diluar kasih karunia Allah (Galatia 5:4). Mengapa Ada Perubahan Perjanjian? Alkitab memberitahu kita bahwa Perjanjian Lama telah dirubah karena: • Kelemahannya (Ibrani 7:18-19; 8:7-9; 9:9). • Perubahan imamat mengharuskan perubahan hukum Taurat (Ibrani 7:12). Perjanjian berubah ketika imamat berubah. Itu berubah karena Yesus tidak mungkin menjadi imam di bawah Hukum Lama sebab Dia berasal dari suku Yehuda sedangkan para imam berasal dari suku Lewi (Ibrani 7:13-14). • Perjanjian lama hanya untuk melayani sampai “Benih” itu datang (Kejadian 22:15-18; Galatia 3:5-19). “Benih” yang dinubuatkan adalah Yesus Kristus. • Perjanjian Lama hanya dimaksudkan untuk membawa orang-orang Yahudi kepada Kristus (Galatia 3:24-27). Hukum Lama Telah Dihapus Seluruhnya Beberapa orang mencoba mengatakan Sepuluh Perintah tidak dibuang. Mereka membuat perbedaan antara apa yang mereka sebut sebagai hukum moral dan hukum upacara. Tidak ada perbedaan atau pembagian seperti itu di dalam Perjanjian Lama atau Baru. Sepuluh Perintah dan Perjanjian adalah satu dan sama (Lihat Ulangan 9:9-11; 10:4; Keluaran 34:28). Perjanjian yang diberikan Allah kepada Musa, yang tertulis atau terukir di atas loh batu yang juga termasuk Sepuluh Perintah Allah, telah: • Menjadi tua (Ibrani 8:13). • Dihapus (Kolose 2:14). • Ditiadakan (2 Korintus 3:4-11). • Dibatalkan (Efesus 2:13-16). Kebodohan Jika Mengikat Diri Pada Hukum Lama Jika kita mencoba untuk membenarkan praktek-praktek dalam agama hari ini dengan Perjanjian Lama, maka kita mengikat diri kita sendiri pada hal-hal yang: • Adalah pelayanan yang memimpin kepada kematian (2 Korintus 3:7). • Berlawanan dengan orang-orang yang mencoba untuk mempertahankannya (Kolose 2:14). • Salah (Ibrani 8:7). • Tidak dapat menyempurnakan penyembah (Ibrani 9:9). • Tidak dapat menghasilkan kebenaran (Galatia 2:21). • Tidak dapat membenarkan siapa pun (Galatia 2:16; 3:11). • Adalah kutukan (Galatia 3:10). • Melepaskan seseorang dari KristuBagaimana Melihat Perjanjian Lama Allah selalu membuat kehendak-Nya diketahui melalui firman-Nya. Pada dispensasi sebelumnya, selama era Perjanjian Lama, Dia berbicara melalui para nabi (Ibrani 1:1) tetapi di zaman sekarang ini Dia berbicara secara eksklusif melalui Anak-Nya, Yesus Kristus (Ibrani 1:1-2). Bapa telah memberikan segala kuasa kepada Anak (Matius 28:18; Efesus 1:22- 23). Maka dari itu, karena Yesus adalah satusatunya Juru Bicara Allah hari ini dan karena Dia memiliki segala kuasa, semua pengajaran harus berasal dari "Kristus" jika ingin memiliki otoritas yang tepat (Lihat 2 Yohanes 9-11; 1 Timotius 6:3-5). Dari sini kita harus menyimpulkan bahwa hari ini kita tidak boleh dibimbing oleh hukum Musa atau hukum lain mana pun yang ditemukan dalam Perjanjian Lama. Hukum Lama melayani tujuannya untuk membawa bangsa Israel kepada Kristus (Galatia 3:24-27). Karena Yesus telah menggenapinya (Matius 5:17), maka Dia telah meniadakannya (Kolose 2:14). Karena Allah tidak pernah menerapkan dua hukum yang berbeda pada orang yang sama pada waktu yang sama, tetapi kita harus melihat pada “hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan”, hukum yang diberikan oleh Yesus (Yakobus 1:25). Tidak ada praktek atau doktrin dari Hukum Lama yang digunakan saat ini untuk membenarkan apa yang dilakukan seseorang dalam agama. Melakukan hal itu menyebabkan seseorang lepas dari Kristus dan hidup diluar kasih karunia Allah (Galatia 5:4). Mengapa Ada Perubahan Perjanjian? Alkitab memberitahu kita bahwa Perjanjian Lama telah dirubah karena: • Kelemahannya (Ibrani 7:18-19; 8:7-9; 9:9). • Perubahan imamat mengharuskan perubahan hukum Taurat (Ibrani 7:12). Perjanjian berubah ketika imamat berubah. Itu berubah karena Yesus tidak mungkin menjadi imam di bawah Hukum Lama sebab Dia berasal dari suku Yehuda sedangkan para imam berasal dari suku Lewi (Ibrani 7:13-14). • Perjanjian lama hanya untuk melayani sampai “Benih” itu datang (Kejadian 22:15-18; Galatia 3:5-19). “Benih” yang dinubuatkan adalah Yesus Kristus. • Perjanjian Lama hanya dimaksudkan untuk membawa orang-orang Yahudi kepada Kristus (Galatia 3:24-27). Hukum Lama Telah Dihapus Seluruhnya Beberapa orang mencoba mengatakan Sepuluh Perintah tidak dibuang. Mereka membuat perbedaan antara apa yang mereka sebut sebagai hukum moral dan hukum upacara. Tidak ada perbedaan atau pembagian seperti itu di dalam Perjanjian Lama atau Baru. Sepuluh Perintah dan Perjanjian adalah satu dan sama (Lihat Ulangan 9:9-11; 10:4; Keluaran 34:28). Perjanjian yang diberikan Allah kepada Musa, yang tertulis atau terukir di atas loh batu yang juga termasuk Sepuluh Perintah Allah, telah: • Menjadi tua (Ibrani 8:13). • Dihapus (Kolose 2:14). • Ditiadakan (2 Korintus 3:4-11). • Dibatalkan (Efesus 2:13-16). Kebodohan Jika Mengikat Diri Pada Hukum Lama Jika kita mencoba untuk membenarkan praktek-praktek dalam agama hari ini dengan Perjanjian Lama, maka kita mengikat diri kita sendiri pada hal-hal yang: • Adalah pelayanan yang memimpin kepada kematian (2 Korintus 3:7). • Berlawanan dengan orang-orang yang mencoba untuk mempertahankannya (Kolose 2:14). • Salah (Ibrani 8:7). • Tidak dapat menyempurnakan penyembah (Ibrani 9:9). • Tidak dapat menghasilkan kebenaran (Galatia 2:21). • Tidak dapat membenarkan siapa pun (Galatia 2:16; 3:11). • Adalah kutukan (Galatia 3:10). • Melepaskan seseorang dari Kristus (Galatia 5:4) Otoritas Kita: Perjanjian Baru Perjanjian Baru adalah otoritas kita hari ini karena ia adalah firman Kristus (Yohanes 12:48; Ibrani 1:1-2). Karena Dia memiliki segala kuasa (Matius 28:18; Efesus 1:22-23), firman-Nya menyediakan semua hal yang diperlukan untuk kehidupan dan kesalehan (2 Petrus 1:3) dan sepenuhnya melengkapi kita untuk setiap perbuatan baik (2 Timotius 3:16 - 17). Karena itu, segala sesuatu harus dilakukan dalam nama-Nya atau dengan kuasa-Nya (Kolose 3:17). © 1994, Gene Taylor. Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-undang. Kami juga melayani pendalaman alkitab tatap muka. Hub via WhatsApp: Email: Bagaimana Melihat Perjanjian Lama Gene Taylor

REALITA NERAKA

Dalam Matius 25:31-46 Alkitab mengajarkan bahwa pada penghakiman terakhir orang benar akan masuk surga untuk menikmati hidup yang kekal, sementara orang jahat akan masuk ke dalam hukuman kekal. Pikiran tentang penderitaan abadi menjijikkan bagi banyak orang. Tidak diragukan lagi keengganan ini berada di dasar sebagian besar ketidakpercayaan terhadap apa yang diajarkan Alkitab tentang neraka. Terlepas dari penyangkalan banyak orang, neraka itu nyata. Dosa menuntutnya. Dosa adalah pelanggaran hukum Allah (1 Yohanes 3:4). Jika tidak ada hukuman atas dosa, maka tidak mungkin ada hukum, karena hukum tanpa hukuman itu sia-sia dan tidak ada gunanya. Jika tidak ada hukum, tidak akan ada dosa. Itu akan membuat kematian Yesus tidak berguna karena jika tidak ada dosa tidak ada tanggung jawab untuk menyelamatkan siapa pun darinya. Realita kehidupan setelah kematian juga menuntut realita neraka. Yesus mengajarkan, dalam Matius 22:23-33, bahwa ada kehidupan setelah kematian jasmani. Dalam kisah orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31), dua takdir yang berbeda disajikan: penghiburan bagi orang benar tetapi hukuman bagi orang jahat. Neraka awalnya disiapkan untuk Setan dan malaikat-malaikatnya (Mat. 25:41). Yudas 6 menyatakan bahwa malaikat yang jatuh ditempatkan dalam rantai menunggu penghakiman. Namun, ketika laki-laki dan perempuan bergabung dengan iblis dalam pekerjaannya dan hidup dalam perbudakan kepadanya, mereka harus mengalami nasib yang sama seperti yang akan menimpanya. Neraka Tidak Bertentangan Dengan Sifat Allah Banyak orang merasa sulit untuk menerima realita neraka karena mereka tidak percaya bahwa Allah yang pengasih dan penyayang bisa membuat tempat seperti itu. Tapi neraka tidak bertentangan dengan sifat Allah. Jika tidak ada hukuman diberikan karena melanggar hukumNya, maka Allah tidak akan adil. Menjadi Allah yang adil, Dia akan menghargai orang benar dan menghukum orang jahat. Neraka untuk menghukum orang jahat. Seperti Apa Neraka Neraka itu abadi. Hal ini dijelaskan seperti itu dalam Matius 25:46. Dalam Roma 16:26, Allah dikatakan kekal. Roh Kudus, dalam Ibrani 9:14, juga digambarkan sebagai Pribadi yang kekal. Kata yang sama dalam bahasa Yunani (bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru) digunakan dalam ketiga ayat ini. Kata itu berarti kekal, abadi, tanpa akhir, tidak pernah berhenti. Neraka dan hukuman yang dijatuhkan di luar sana akan berlangsung selama-lamanya sama seperti kekekalan Allah. Itu akan bertahan selamanya, selama-lamanya. Neraka adalah tempat kegelapan. Yudas 13 berbicara tentang “dunia kekelaman” tempat guru-guru palsu akan dikurung selamanya. Allah adalah terang (1 Yohanes 1:5) dan Bapa segala terang (Yak. 1:17). Neraka digambarkan sebagai kegelapan karena merupakan tempat terjauh dari Allah. Tidak akan ada Allah yang mendengarkan permohonan belas kasihan atau memberikan harapan pembebasan. Neraka adalah tempat berapi. Matius 13:42 membicarakannya sebagai dapur api. Matius 25:41 menyebutnya sebagai api yang kekal. Markus 9:44-45 mengatakan api yang tidak pernah padam. Wahyu 21:8 menyebutnya sebagai lautan api. Tidak akan ada kelegaan dari apinya karena Wahyu 14:11 mengatakan asap api yang menyiksa naik ke atas sampai selamalamanya. Tidak ada istirahat di sana. Wahyu 14:11 mengatakan orang jahat tidak akan beristirahat dari siksaan mereka siang atau malam. Karena tidak ada istirahat, tidak akan ada kelegaan. Orang kaya dalam Lukas 16, yang sedang menunggu penghakiman akhir di Tartarus, menginginkan setetes air untuk mendinginkan lidahnya yang tersiksa tetapi dia tidak mendapatkannya. Siapa yang Akan Masuk Neraka Sebagaimana telah disebutkan, Setan dan malaikat-malaikatnya akan berada di sana (Mat. 25:41). Wahyu 21:8 mengatakan "orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta" akan berada di sana. Mereka yang tidak mengenal Allah dan mereka yang tidak menaati Injil akan menjalani hukuman kebinasaan abadi (2 Tes. 1:7-9). Singkatnya, semua orang yang memilih untuk tetap dalam dosa akan ditemukan di neraka. Mengapa Orang Akan Masuk Kesana Allah menginginkan agar semua orang diselamatkan (1 Tim. 2:1-4). Allah Mahakuasa dan Injil, kuasa-Nya untuk menyelamatkan (Roma 1:16), dapat menyelamatkan sepenuhnya. Orang tidak akan berada di neraka karena Allah tidak akan menyelamatkan mereka. Dia mengutus Anak-Nya ke dalam dunia ini agar semua orang memperoleh keselamatan (Yohanes 3:16) dan Dia telah mengundang semua orang yang mau datang kepada-Nya (Mat. 11:28-30; Wah 22:17). Jika seseorang berakhir di neraka, dia hilang oleh pilihan bebasnya sendiri. Tidak ada siapasiapa yang bisa dia salahkan kecuali dirinya sendiri. Banyak yang melihat bahwa tidak perlu tertarik pada hal-hal rohani dan acuh tak acuh terhadap permohonan Injil. Yang lain menolak untuk menaati Injil atau tunduk pada kehendak Allah. Beberapa orang menolak untuk percaya. Yang lain lebih mencintai dosa daripada kebenaran. Beberapa menjadi tidak setia dalam pelayanan. Banyak yang menunda untuk taat sampai akhirnya terlambat. Kesimpulan Neraka itu nyata. Penderitaan dalam neraka menunggu orang berdosa. Anda dapat menghindari siksaan yang ditemukan di sana dengan menunjukan ketaatan kepada Kristus sekarang. Dia akan menghapus kesalahan dosadosa Anda dan memberi Anda harapan akan kehidupan bahagia yang abadi di hadirat-Nya. © 1994, Gene Taylor. Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-undang. www.centervilleroad.com Kami juga melayani pendalaman alkitab tatap muka. Hub via WhatsApp: atau Email: REALITA NERAKA Gene Taylor

Rabu, 20 Oktober 2021

GEREJA YANG BENAR

Ada banyak denominasi yang berbeda (gereja-gereja buatan manusia)! Semua memiliki pendiri yang berbeda. Semua dimulai pada waktu dan tempat yang berbeda. Masing-masing memakai nama yang berbeda dari yang lain. Masing-masing beribadah dengan caranya sendiri. Denominasi berbeda satu sama lain dalam organisasi. Mereka mengajarkan doktrin yang berbeda. Mereka mengajarkan berbagai cara untuk diselamatkan. Aneh bahwa mereka yang mengaku percaya Alkitab akan menerima kebingungan seperti itu. Jutaan orang tidak pernah mempertanyakannya. Yang lain memaafkannya dengan mengatakan: “Kita semua akan pergi ke Surga. Kami hanya melewati jalan yang berbeda.” Ada yang berkata: “Satu gereja sama baiknya dengan yang lain.” Yang lain lagi memberi tahu kita untuk “Bergabunglah dengan gereja pilihan Anda.” Apakah Allah punya pilihan? Apakah ada gereja yang dinyatakan dalam Alkitab? Jika Yesus mendirikan sebuah gereja, bukankah seharusnya kita berada di dalamnya dan bukannya gereja yang dimulai oleh seorang manusia? Apa yang Alkitab katakan? Alkitab Mengutuk Perpecahan Yesus berdoa agar semua orang yang percaya kepada-Nya menjadi satu (Yohanes 17:20-23). Paulus menegur jemaat di Korintus karena terpecah: “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Korintus 1:10). Orang Kristen diperintahkan untuk menandai orang-orang yang menyebabkan perpecahan dengan mengajarkan doktrin yang berbeda (Roma 16:16-17). Hanya Satu Gereja yang Yesus janjikan: “Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku” (Matius 16:18). Dia tidak berjanji untuk membangun banyak denominasi. Dia berjanji untuk membangun gereja￾Nya! Dia mati untuk gereja-Nya (Kisah Para Rasul 20:28; Efesus 5:25). Tidak ada di manapun dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus membangun sebuah denominasi! Alkitab juga tidak mengajarkan Yesus mati untuk gereja mana pun yang didirikan oleh manusia! Dia mati hanya untuk satu gereja, gereja yang Dia beli dengan darah-Nya sendiri. Gereja adalah tubuh Kristus (Efesus 1:22-23). Ada satu tubuh (Efesus 4:4). Oleh karena itu, hanya ada satu gereja! Yesus adalah Juruselamat tubuh-Nya (Efesus 5:25). Jika kita ingin diselamatkan, kita harus berada di dalam tubuh-Nya. Kita tidak dapat diselamatkan di dalam gereja buatan manusia! Gereja Ini Dimulai di Yerusalem Tahun 33 M Yesus berjanji untuk membangun gereja-Nya (Matius 16:18). Para nabi menubuatkan gereja akan dibangun pada “hari-hari terakhir” di Yerusalem (Yesaya 2:2-3; Yoel 2:28-32). Yesus menyuruh para rasul-Nya untuk menunggu Roh Kudus di Yerusalem (Kisah Para Rasul 1:4-8). Roh turun ke atas mereka pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:1-13). Petrus berkata ini adalah penggenapan nubuat Yoel (Kisah Para Rasul 2:16-21). Dia memberitakan Injil kepada orang banyak. Ketika mereka mendengar, percaya, bertobat dan dibaptis, mereka ditambahkan oleh Tuhan ke dalam gereja-Nya (Kisah Para Rasul 2:22-47). Semua hari ini yang menaati Injil yang sama dengan cara yang sama ditambahkan oleh Tuhan yang sama ke dalam gereja yang sama! Yesus Adalah Kepalanya “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu” (Kolose 1:18). Kita tidak membaca di dalam Alkitab tentang adanya manusia sebagai kepala gereja. Tidak ada pengkhotbah, pendeta, imam, paus, presiden, bapa bangsa, dewan, atau komite menjadi kepala atas gereja yang benar. Kristus adalah satu￾satunya kepala! Pusat gereja yang benar di Sorga di mana Yesus Kristus, Sang Kepala, berada (Kisah Para Rasul 2:33-36). Gereja Ini Independen (Otonom) Meskipun ada satu tubuh, orang-orang Kristen di setiap daerah berkumpul untuk beribadah. Paulus menulis kepada orang-orang Kristen di Roma: “Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus” (Roma 16:16). Dia tidak berbicara tentang denominasi yang berbeda, tetapi tentang perhimpunan Kristen di setiap daerah. Semua ini bersama-sama membentuk tubuh Kristus. Paulus menyebut orang-orang kudus di Korintus sebagai “jemaat Allah yang ada di Korintus” (1 Korintus 1:2). Dia meminta para penatua gereja di Efesus untuk bertemu dengannya di Miletus (Kisah Para Rasul 20:17). Dia berbicara tentang "jemaat-jemaat Galatia" yang berarti perkumpulan orang-orang Kristen di setiap kota Galatia (Galatia 1:2). Tidak ada organisasi pusat lain dari gereja yang benar selain di sorga, tempat Kristus memerintah. Setiap jemaat memiliki pemerintahan sendiri dan independen dari yang lainnya. Masing-masing memiliki penatua-penatua sendiri yang juga disebut penilik (pengawas) dan pendeta (gembala). Gereja di Antiokhia mengirimkan sumbangan kepada para penatua gereja di Yerusalem (Kisah Para Rasul 11:29- 30). Paulus dan Barnabas “menetapkan penatua￾penatua bagi jemaat itu “(Kisah 14:23). Paulus memanggil para penatua gereja di Efesus (Kisah Para Rasul 20:17). Dia menulis kepada orang-orang kudus di Filipi “dengan para penilik jemaat dan para diaken” (Filipi 1:1). Para Penatua hanya memimpin atas jemaat lokal di mana mereka pun adalah anggota di jemaat itu (1 Petrus 5:1-2). Ada Pola Ibadahnya Jemaat dalam Alkitab bertemu pada hari pertama dalam minggu itu (Kisah Para Rasul 20:7; 1 Korintus 16:1-2). Mereka menyembah dalam “roh dan kebenaran” (Yohanes 4:24). Mereka makan perjamuan Tuhan (Matius 26:26-29; Kisah Para Rasul 20:7; 1 Korintus 11:23-26). Mereka menyanyikan pujian bagi Tuhan tanpa bantuan alat musik buatan manusia (Efesus 5:19; Kolose 3:16; Ibrani 13:15). Mereka memanjatkan doa kepada Allah melalui Yesus Kristus (1 Timotius 2:1-8). Mereka mendengar pemberitaan Firman Tuhan (Kisah Para Rasul 2:42; 20:7; Matius 28:20). Mereka memberi persembahan sesuai dengan berkat yang mereka peroleh dari Allah (1 Korintus 16:1-2). Nama Gereja dan Anggotanya Denominasi sering memakai nama pendirinya. Terkadang mereka memakai nama sebuah doktrin. Lainnya memakai nama tempat di mana mereka mulai. Gereja dalam Alkitab menghormati Allah melalui namanya. Itu disebut “jemaat Allah” (1 Korintus 1:2) dan “jemaat Kristus” (Matius 16:18; Roma 16:16). Para anggota disebut “murid” karena mereka adalah murid-murid Yesus (Kisah Para Rasul 6:1). Mereka disebut “orang-orang kudus” karena mereka dipisahkan dari dunia (1 Korintus 1:2; Filipi 1:1). Mereka disebut “anak-anak Allah” karena mereka telah dilahirkan kembali ke dalam keluarga￾Nya (Yohanes 3:3-5; 1 Yohanes 3:1). Kadang-kadang mereka disebut “orang percaya” karena mereka percaya kepada Yesus Kristus untuk menyelamatkan mereka (Kisah Para Rasul 5:14; Yohanes 8:24). Mereka adalah “anggota” karena hubungan mereka satu sama lain di dalam tubuh (1 Korintus 12:27). Anggota gereja dalam Alkitab juga disebut “Kristen.” Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Allah akan memberikan nama baru ini kepada umat-Nya (Yesaya 62:2; Kisah Para Rasul 11:26; 26:28; 1 Petrus 4:16). Masuk Gereja yang Benar Seseorang masuk gereja yang benar dengan menaati Injil (Roma 6:16-18; 1 Petrus 1:22-23). Ketaatan ini mencakup mendengarkan Firman Tuhan (Roma 10:17), percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah (Markus 16:16), bertobat dari dosa-dosa (Kisah Para Rasul 2:38), mengakui Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Tuhan (Kisah 8:37; Roma 10:9-10), dan dikuburkan dalam baptisan untuk pengampunan dosa (Roma 6:3-4; Galatia 3:26-27). Ketika seseorang mematuhi perintah-perintah ini, Tuhan menambahkan dia ke dalam gereja-Nya (Kisah Para Rasul 2:47; 1 Korintus 12:13). Denominasi tidak memiliki hak untuk eksis. Mereka akan dihancurkan oleh Tuhan pada saat kedatangan￾Nya (Matius 15:13). Hanya gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus yang akan diselamatkan (Efesus 5:23- 27). Jangan mempertaruhkan keselamatan Anda dalam gereja buatan manusia. Taati Injil dan Tuhan akan menambahkan Anda ke dalam gereja-Nya! (Sumber: Truth For The World – truthfortheworld.org). GEREJA YANG BENAR JEMAAT KRISTUS

Minggu, 05 Juli 2020

MENGAJAR

Mengajar

Mengajar

2 Timotius 2:15

“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” (2 Timotius 2:15).  Salah satu cara untuk menaati perintah Ilahi ini adalah dengan berkumpul bersama di dalam sebuah kelas antara satu dengan yang lain yang sebaya dan juga bersama pengajar, belajar firman Allah bersama-sama (Titus 2).  Cara lain yang baik adalah mendengar penginjil yang sudah belajar sebuah pelajaran yang akan menolong Anda.  Paulus berkhotbah kepada orang Troas pada hari pertama dalam minggu (Kisah Rasul 20:7).  Beberapa orang mendengarkan apa yang dikatakannya, hingga tengah malam, tetapi Eutikhus tertidur.  Lihat apa yang terjadi dengannya!  Beberapa orang saat ini juga tertidur, ngobrol, berbagi catatan, meninju orang lain atau mengunyah permen karet selama khotbah berlangsung. Hal itu tidak berkenan kepada Allah.  Janganlah kita bersalah dalam hal-hal demikian itu.

Pada beberapa kesempatan, Paulus mengajar di Sinagoga tempat orang-orang Ibrani berkumpul untuk beribadah.  Di Athena dia mengajarkan pelajaran yang khusus dirancang bagi orang-orang Athena.  Mereka tidak pernah mendengar pelajar yang demikian sebelumnya tetapi mereka mendengar dan belajar (Kisah Rasul 17:22-31).  Petrus, Yohanes dan rasul-rasul lain mengajar pada setiap kesempatan.   Kadang-kadang mereka dimasukkan ke dalam penjara karena pengajaran mereka, tetapi mereka tetap mengajar dan memberitakan Yesus (Kisah Rasul 4).

Kita seharusnya belajar sepanjang minggu di rumah.  Orang-orang Berea lebih baik daripada orang-orang di Tesalonika karena mereka menyelidiki kitab suci setiap hari jika hal-hal yang diajarkan Paulus memang demikian (Kisah Rasul 17:11).  Kita juga seharusnya berkumpul pada semua kelas Alkitab yang disediakan bagi kita (kelas pertengahan minggu, kelas bernyanyi, kelas malam hari, Sekolah Alkitab liburan, seminar, dll).   Semakin sering kita belajar, semakin berkenan kita kepada Allah (2 Timotius 2:15).  

“Dan engkau harus mengajar mereka dengan giat ....” (Ulangan 6:7).  Biarlah firman Allah mendapat tempat dalam segala kegiatan kehidupan kita setiap harinya. Di rumah, di sekolah, di tempat bermain, atau apapun yang kita lakukan (Kejadian 18:19; Yosua 24:15; 1 Korintus 16:19).  Kita tidak lagi berada di bawah hukum Perjanjian Lama, tetapi kita tetap bisa mempelajarinya untuk mengerti dengan benar dan mendapat manfaat dari Perjanjian Baru.  Mengajar dan berkhotbah adalah sebuah perintah Tuhan. Dimana ada kesempatan untuk belajar atau mengajar, marilah kita memanfaatkannya.  Dengan melakukan hal ini, maka kita akan menjadi hamba Allah yang lebih benar, mampu mengajarkan firman Allah kepada orang lain dengan lebih baik.

Ini adalah salah satu elemen ibadah yang harus dilakukan setiap hari Tuhan, tetapi mengajar ini tidak dibatasi hanya untuk hari Tuhan itu saja.  Kita harus belajar dengan giat untuk memahami apa yang diajarkan firman Allah, kemudian menerapkannya ke dalam hidup kita hingga menjadi bagian dari hidup kita.  Jadi hanya dengan demikian kita akan berkenan kepada Allah.

Isilah bagian yang kosong

  1. Paulus mengajar di rumah ibadat dan di pasar ______________   _____________  dengan orang-orang yang dijumpainya di situ (Kisah Rasul 17:17).
  2. Kristus berkata ____________________ semua bangsa muridKu, _______________  mereka, dan ______________ mereka melakukan segala sesuatu yang telah _________________ kepadamu (Matius 28:19-20).
  3. _______________________ Injil kepada segala makhluk (Markus 16:15).
  4. Feliks mendengarkan Paulus mengajar tentang __________________ kepada Kristus (Kisah Rasul 24:24).
  5. Iman timbul dari ____________________ , dan ____________________ oleh firman Allah (Roma 10:17).
  6. Sebab, barang siapa yang ____________________ kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.  Tetapi bagaimana mereka dapat ________________ kepadaNya, jika mereka tidak ___________ kepada Dia?  Bagaimana mereka ___________________ tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakannya?  (Roma 10:13-14).
  7. Beritakanlah _________________, siap sedialah ______________ atau tidak _______________  ____________________ (2 Timotius 4:2).
  8. Betapa indahnya kedatangan mereka yang ____________  ____________  ____________  (Roma 10:15).
  9. Beritakanlah apa yang sesuai dengan ___________  _____________  _____________ (Titus 2:1).
  10. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran di bait Allah dan di rumah-rumah orang dan _____________   _______________ tentang Yesus yang adalah Mesias (Kisah Rasul 5:42).

Benar atau Salah (Tulislah B jika Benar dan S jika Salah)

  1. _____        Dengan belajar firman Allah, kita mengerti apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan.
  2. _____        Kita dapat belajar hanya dengan mempelajari buku-buku kredo, tata tertib atau buku-buku lain yang dituliskan leh manusia sama seperti mempelajari Alkitab.
  3. _____        Orang-orang tidak perlu mempelajari Perjanjian Lama sekarang ini.
  4. _____        Perintah untuk belajar yang dituntut kepada Timotius, juga dituntut kepada kita.
  5. _____        Kita cukup belajar firman Allah hanya pada hari Minggu.
  6. _____        Orang-orang tidak bisa percaya kecuali mereka telah belajar atau diajari tentang kehendak Allah.
  7. _____        Iman timbul dari pendengaran, bisa melalui membaca sendiri atau mendengar orang lain yang membaca firman Allah.
  8. _____        Petrus dan rasul-rasul lain mengajar orang-orang untuk bertobat dan berbaptis.
  9. _____        Paulus menolak untuk mengajar dan membaptis kepala penjara di Filipi, karena mereka telah memperlakukannya dengan tidak baik.
  10. _____        Belajar Alkitab tidak penting sama seperti tugas sekolah.

Bawalah sebanyak mungkin pengunjung menghadiri kelas Alkitab dan perhatikan, berapa lamakah mereka akan tetap hadir.  Dengan melakukan demikian, maka Saudara dapat menjadi alat untuk menyelamatkan jiwa sahabat-sahabat Saudara.  Filipus membawa sahabatnya Natanael kepada Kristus, Andreas membawa saudaranya, Petrus kepada Kristus.  Maukah Saudara diakui oleh Kristus sebagai seorang yang membawa orang lain kepadaNya?