Kamis, 15 Januari 2026
Home »
» TOTALITAS DALAM MENYEMBAH TUHAN
TOTALITAS DALAM MENYEMBAH TUHAN
TOTALITAS DALAM MENYEMBAH TUHAN
Roma 12:1 (TB) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
1. Arti totalitas totalitas/to•ta•li•tas/ n keutuhan; keseluruhan; kesemestaan: masyarakat dan kebudayaan dilukiskan sebagai satu -- (KBBI, website id)
Konsep penyembahan dalam PL, penyembah pagan/ berhala di tanah Kanaan. Salah satunya Molokh (pembacaan dari susunan tiga huruf Semit מלך m-l-k, yang berarti "raja") — juga ditulis sebagai Moloch, Molech — adalah nama dewa sembahan bangsa Amon.[1] Nama lainnya adalah Milkom. Pada zaman kuno dipuja oleh bangsa-bangsa Kanaan, Fenisia dan kebudayaan terkait di Afrika Utara dan Mesopotamia. Pemujaan dewa ini dihubungkan dengan persembahan anak-anak sebagai korban bakaran di Tofet, dekat Yerusalem; adat musyrik ini dikutuk (Imamat 18:21; 2 Raja–raja 23:10; Yeremia 32:35). Jeritan tangis bayi/ anak itu akan menyenangkan bagi Berhala mereka. Hal tersebut sangat dibenci Tuhan, celakanya praktik tersebut dipraktekkan kembali oleh raja² Israel, salah satunya raja Manasye.
2. Mengapa total?
A. Karena Tuhan ingin kita menyembah dg segenap hati. Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Bukan dengan setengah hati/ jiwa/ akal Budi.
B. Jemaat Laodekia dimuntahkan karena suam suam kuku. Lebih baik panas atau lebih baik dingin.
BAGAIMANA AGAR KITA TOTALITAS ?
I. MEMPERSEMBAHKAN DIRI SECARA TOTAL KEPADA TUHAN (ROMA 12:1)
A. Dalam PL kita ketahui bangsa Israel mempersembahkan lembu sapi, kambing domba atau merpati sebagai korban Bakaran. Bukan kurban persembahan alakadarnya, namun dituntut persembahan yang sempurna tak bercacat cela (luka, buta, pincang, dsb).
B. Tidak seperti PL, dalam PB kita dituntut untuk mempersembahkan tubuh kita seutuhnya kepada Tuhan. Bukan untuk dibakar, tetapi kita tunduk di bawah perintah Tuhan. Body, mind and soul harus menyatu dalam Menyembah Tuhan. Tidak layak bila dalam Menyembah Tuhan, raga kita di gedung Gereja, namun pikiran kita ada di kolam pemancingan, di Mall, di tempat tongkrongan. Harus ada sinkronisasi. Tubuh, jiwa dan roh kita juga menyembah Tuhan secara seutuhnya.
C. Point : Latih diri kita untuk menyerahkan secara penuh kepada Tuhan. Ketika pikiran duniawi masuk ke dalam pikiran kita, kita harus alihkan agar fokus kepada Tuhan. Kalau kita tidak mampu melawan godaan utk mengintip notifikasi smartphone, gunakan Alkitab buku. Rata² kita menggunakan Alkiteb.
II. BERKOMITMEN TOTAL DALAM MENGIKUT TUHAN (Roma 12:1-2)
A. Lukas 9:62
Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." Apa jadinya bila petani membajak dan terus menoleh ke belakang, maka sapinya akan ke kanan dan ke kiri tanpa kendali.
B. Artinya kita harus memandang ke depan jangan lagi melihat masa lalu kita/ kembali kepada kehidupan lama kita. Mungkin kehidupan lama kita hidup dalam dosa (dunia tipu²), setelah mengenal Tuhan berhenti dari berbuat dosa. Langkah keselamatan (Mendengar, Percaya, Bertobat, Mengaku dan di Baptis) 1 hal yg kita lupa, Setia sampai mati (adanya komitmen).
C. Ilustarasi: Napoleon Bonaparte, Kaisar dan jendral perang Prancis yang setiap sampai di suatu tempat yg akan diperanginya, ia memerintahkan prajuritnya untuk membakar kapalnya. Agar prajurit tidak bisa melarikan diri, pilihannya menang atau mati. Di banyak pertempuran dia selalu menang dalam menaklukan jajahannya.
D. Poin yg dapat diambil kita harus memutus akses untuk kembali kepada dosa, jangan lagi kembali pada dosa. Jangan biarkan hal² yg menarik kita kembali pada dosa. kita bangun komitmen secara pribadi.
III. ILUSTRASI : TUKANG BANGUNAN TUA INGIN PENSIUN
A. Seorang tukang bangunan sudah puluhan tahun bekerja pada seorang bos. Ia jenuh dan ingin pensiun.
B. Berkata pada bosnya, bos aku mau istirahat dari pekerjaan. Bosnya malah memberinya pekerjaan. Untuk membuat rumah terbaik sebagai pekerjaan terakhirnya.
C. Tukang bangunan tua ini jengkel mengerjakan dg asal²an karena ia berpikir sudah mau keluar. Hingga akhirnya rumah pun selesai dan memberikan kuncinya pada Bos.
D. Bos mengatakan rumah yg dibangun adalah hadiah dariku.
E. Tukang bangunan tua menyesal, kalau tau demikian ia akan membuat rumah tersebut sebaik²nya.
Kesimpulan :
1. Totalitas dalam Menyembah Tuhan penting bagi setiap orang Kristen
2. Kita harus totalitas dalam Menyembah Tuhan.
3. Tanpa totalitas tidak layak di hadapan Tuhan . Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.







0 komentar:
Posting Komentar