Kamis, 15 Januari 2026
Home »
» Pemimpin Yang Memiliki Integritas
Pemimpin Yang Memiliki Integritas
PEMIMPIN YANG MEMILIKI INTEGRITAS
Tanggal : 04 Febuari 2024
Nats : 2 Timotius 2:1-26
Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
Tujuan : Mengajar jemaat tentang prinsip-prinsip tentang pemimpin yang memiliki integritas sesuai dengan Alkitab
1. Integritas adalah salah satu bentuk kualitas terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Orang yang memiliki integritas berarti memiliki kepribadian yang jujur dan kuat. Integritas sendiri berasal dari bahasa latin “integrate” yang artinya seperti berikut ini:
Integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran[2]
Integritas merupakan gambaran diri kita dalam suatu organisasi yang terlihat dari perilaku dan tindakan sehari-hari[3]
Seseorang yang benar memiliki sebuah intergitas adalah mereka yang dapat diberi kepercayaan lebih. Hal ini didasarkan pada kesesuaian antara perilaku dan ucapannya. Integritas mencerminkan seseorang dengan suatu ciri yang transparan, bertanggungjawab, dan objektif.
2. Kepada Timotius, pemimpin/penginjil yang masih muda itu, Rasul Paulus menulis: “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain” (2 Timotius 2:2).
Dalam 2 Timotius 2 terdapat prinsip-prinsip tentang pemimpin yang berintegritas, yaitu:
Pertama, Pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang “dapat dipercayai” dan "cakap mengajar."
A. Dengan kata lain, pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang memperoleh kepercayaan. Kalau tidak demikian maka tidak akan ada orang yang mau menjadi pengikut. John C. Maxwell dan Yakob Tomatala, dalam tulisan masing-masing, mengatakan bahwa pemimpin adalah seseorang yang punya pengikut.
B. Kembali pada motif pemimpin itu sendiri, menurut Paulus ada beragam motif seseorang memberitakan Injil Kristus, iri dengki ingin menjatuhkan Paulus, urusan perut dan motif tersembunyi lainnya.
C. Agar dapat dipercaya, perlu menjaga kesesuaian ucapan dan tindakan kita. Jangan sampai ucapan kita tidak bisa dipegang, hari ini A besok B, besoknya lagi C. Atau berbeda ucapan kepada tiap orang.
D. Tadi sudah disinggung mengenai orang berintegritas adalah orang yang jujur. Hal ini mengingatkan tentang seorang raja yang memiliki putri cantik, dan mengadakan sayembara untuk mempersunting putrinya. Bagaimana caranya, raja memberikan benih biji-bijian kepada peserta. Silahkan tanam, sebulan lagi datang dan bawa hasilnya. Pemuda desa datang dengan ketakutan, biji tanaman yg tidak bisa tumbuh. Dialah pemenangnya, karena semua biji telah direbus, dan pasti tidak bisa tumbuh.
E. Dalam hubungannya cakap mengajar, maka harus mampu mengajar. Maka dia harus rajin belajar firman Tuhan. Tidak mesti bergelar akademik Sarjana, doktor atau profesor. Mampu mengajar artinya dapat mampu mengemas pesan ajaran sehingga dapat dimengerti. Mengajar paling efektif adalah dengan teladan/ contoh. Yesus mencontohkan teladan tersebut ketika membasuh kaki murid²Nya. Menjadi pemimpin artinya siap melayani dan bukan dilayani.
Kedua, pemimpin yang hidup dalam kekudusan.
A. Dalam 2 Timotius 2:21 dikatakan, bahwa “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” Menurut Paulus bahwa seseorang yang dapat dipercayai adalah seseorang yang telah dikuduskan. Ibarat perabotan rumah, kita pasti senang perabot yang bersih. Namun bila perabot kotor rusak dan bau, kita jijik menggunakannya.
B. Dan dalam konteks kepemimpinan dapat dikatakan bahwa pemimpin yang dapat dipercayai adalah pemimpin yang telah dikuduskan atau pemimpin yang hidup dalam kekudusan.
C. Hidup Kudus tidak seperti beberapa anggapan harus bertapa di suatu tempat, atau makan Senin Kamis, serba putih dsb. Hidup Kudus, artinya hidup sesuai aturan² Kristus. Tidak mencemarkan diri dengan perbuatan dosa.
Ketiga, pemimpin yang hidup dalam ketulusan (2 Tim. 2:15), Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
A. yang dimaksudkan dengan kata-kata “yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” adalah sikap yang tulus atau ketulusan.
B. Bahwa persyaratan lain yang tak kalah pentingnya bagi seorang pemimpin yang dapat dipercayai adalah hidup dalam ketulusan.
C. Ketulusan ialah melakukan sesuatu tanpa pamrih/ mengharapkan imbalan atas usaha kita. Pemberitaan kebenaran Injil Kristus bukan didasarkan oleh karena kita digaji, melainkan karena kasih kita terhadap sesama sebagaimana Kristus telah mengasihi kita, menebus kita dengan darah-Nya.
D. Ketulusan dapat terlihat kita senang melakukan tanpa paksaan. Bahkan tanpa dibayarpun kita rela melakukannya.
E. Ketika pelayanan di Bali, saya bekerja di Denpasar dan melayani jemaat Singaraja 80-90km dg medan naik turun yang curam, bila ngantuk sedikit bisa pindah alam. Saya tidak mengharapkan imbalan atau pamrih, berharap digaji jemaat, tidak! Saya digaji Tuhan, saya berprinsip, jika saya melayani Tuhan, pasti Tuhan akan mencukupkan saya dan keluarga.
Kesimpulan:
Kita telah mengetahui, pemimpin berintegritas, dapat dipercaya, hidup dalam kekudusan dan melayani dengan ketulusan. Amin.
Keempat,pemimpin yang memiliki konsistensi (2 Tim. 2:3-6).
Kelima, pemimpin yang memiliki keteguhan hati (2 Tim. 2:9-10).
Keenam, pemimpin yang mampu bertahan sampai akhir (2 Tim 2:22).10







0 komentar:
Posting Komentar